Skip to content

Proses dalam Animasi 2D (dua dimensi)Proses dalam Animasi

May 7, 2013

Proses dalam Animasi 2D (dua dimensi)

Proses dalam Animasi 2D (dua dimensi), melalui tahapan :
– Pra Produksi
– Produksi
– Post Produksi 
Tahap Pra Produksi.

ImagePra produksi, melibatkan sekumpulan plot dari animasi secara komplit. Karena tiap shot dalam animasi sangat penting, ada berbagai cara untuk mendapatkan shot saat proses Pra produksi. Membuat ulang shot animasi (sebab sebuah karakter tidak berhubungan dalam sebuah kisah, misalnya) menjadi sangat mahal, khususnya dibandingkan dengan aksi sesungguhnya dari sebuah fim.

Kebanyakan Animasi umumnya punya storyboard, merupakan plot utama adegan tiap scene yang digambar menyerupai sebuah buku komik. Storyboard biasanya ditempatkan di papan berukuran besar dan banyak, yang dapat secara cepat dilihat / dibaca oleh semua staff / pekerja animasi. Selama Pra Produksi, para staff melihat storyboar untuk menjaga konsistensi, dan beberapa bagian di storyboard bisa saja digambar ulang beberapa kali.

Di Amerika Utara, unsur dialog / percakapan untuk Animasi direkam selama proses Pra Produksi. Ini sebagai rujukan untuk para animatir agar mereka dapat menggambar pergerakan mulut secara presisi sesuai dengan dialog yang diucapkan oleh para aktor (dubber). Di belahan dunia lain (khususnya di Asia), Dialog / percakapan direkam selama Produksi dimana aktor / dubber meniru adegan animasinya.

Tahap Produksi.

ImageSetiap shot / adegan dalam sebuah animasi 2D melibatkan banyak gambar dari sebuah karakter (Meskipun beberapa program komputer seperti “Anime Studio”, dapat membuat karakter seperti boneka, yang dapat ditata gayanya berdasarkan keyframe yang berbeda, dan komputer lalu “menggerakkan” karakter tersebut berdasarkan keyframe-nya). Untuk mendemonstrasikan konsepnya, bayangkan sebuah kamera menangkap gambar diam berurutan dalam gerak cepat berurutan. Bayangkan, arahkan kamera ke seseorang dan mengambil banyak foto dari orang tersebut saat dia sedang berjalan mendekat ke arah kita. Setiap foto terhubung sebagai gambar terpisah dalam sebuah Animasi.

Sebuah shot mungkin hanya berisi sebuah gambar (khususnya dalam bentuk “Animasi Terbatas” seperti Anime contohnya), tapi lebih sering terdiri dari 10 sampai 20 gambar. Gambar-gambar ini dipisahkan / dibagi menjadi “keys” dan “in-beetweens”. Keys adalah gambar penting yang menunjukan perubahan ekstrim dari gerakan si karakter — Gambar pertama hampir selalu menjadi sebuah key — sementara adegan antaranya (in-betweens / tweens) menjadi sisanya, sedikit gambar-gambar penting dalam shot / adegan.

ImageUmumnya, tiap gambar dimulai dari sebuah sketsa menggunakan pensil, yang menunjukan pose dari karakter. Gambar ini lalu diberi tinta, tapi tidak selalu dilakukan. Disney yang mengawali cara tanpa sketsa, dan ditunjukan dalam film animasi 101 Dalmations. Melewati tahap pemberian tinta justru membuat animasi terlihat lebih dinamis dan hidup, tapi banyak yang mengkritik dan tidak menyukai tampilannya.

Pada point inilah Komputer menjadi hal penting. Beberapa digambar ulang, dengan cara menimpa garis pensil dengan sebuah pena. Beberapa Studio khusus memiliki artis yang dapat menggambar dengan pensil – lalu discan ke komputer gambarnya, lalu diberi tinta garis tersebut secara digital. Menggambar sekarang dikenal sebagai sebuah “cel”. Sebelum era komputer, gambar difotokopi ke dalam lembaran seluloid transparan, lalu diberi tinta secara manual (gambar ulang). Ini membuat sebuah “cel”, yang di tempatkan paling atas dari sebuah lukisan background dan di foto / filmkan melalui sebuah kamera film. Cel-cel ini tetap memiliki harga tinggi (oleh para kolektor), meskipun hanya tersisa sedikit cel. Beberapa yang beredar dipasaran merupakan hasil reproduksi ulang.

Sekarang, cel digital semuanya diwarnai melalui sebuah komputer. Sementara, sebuah gambar latar / background (pada komputer, atau gambar tangan dan discan). Background tersebut lalu diimport ke dalam sebuah program animasi, dan tiap layer / lapisan cel sampai background ditata. Lalu semuanya disimpan / Save oleh komputer dalam sebuah file video.

ImagePada prakteknya, beberapa hal penting biasanya digambar oleh Animaor Top, lalu discan dan digabung dalam sebuah potongan adegan / shot sementara Animator Junior membuat keys dan menggambar adegan antaranya (tweens). Film dapat dihasilkan selama produksi, dan Animator Junior dapat diperintahkan untuk memberikan sentuhan kecil untuk memperbaiki alur adegan tiap scene. Di Asia, pada saat ini dialog / percakapan biasanya direkam, jadi para Animator Juniar dapat mengatur / mactch adegan dengan percakapannya.

Tahap Post-Produksi.

Meski saat sesudah semua adegan antara (tweens) diberi warna dan ditambahkan ke dalam animasi, filmnya masih jauh dari kata selesai. Masih ada efek suara dan musik yang harus ditambahkan, sama seperti visual efek (berpendar, berantakan, dan lain-lain).  Animasi juga perlu diedit melalui cara film tradisional, memotong atau memanjangkan adegan, bahkan memotong adegan keseluruhan. Hal ini dikatakan dalam seri Anime terkenal (Gundam Seed) yang mengubah ending ketika aktor utama sakit / kecelakaan saat rekaman, dan animasi baru harus segera digambar, diwarnai dan digabung semuanya sampai saat menit terakhir sebelum ditayangkan.

 

 

 Nama kelompok : juwita

                           : mariyamah

                           : windi setiani

PRODUKSI 2 DIMENSI

 

From → Uncategorized

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: